Laman

Sabtu, 01 September 2018

[Ulasan Film] Wiro Sableng : Pendekar Maut Naga Geni 212 (2018)



Judul: Wiro Sableng PendekarMau Naga Geni 212

Sutradara: Angga Dwimas Sasongko

Skenario: Seno Gumira Ajidarma, Tumpal Tampubolon, dan Sheila Timothy

Sinematografi: Rahmat Syaiful

Musik: Aria Prayogi

Pemain: Vino G. Bastian, Yayan Ruhiyan, Dwi Sasono, Lukman Sardi, Marsha Timothy dll

Genre: laga, komedi, petualangan


Nilai: 8/10



Premis

Setelah berguru selama 17 tahun pada Sinto Gendeng, Wiro Sableng harus keluar dari hutan untuk menuntaskan tugas yang diberi oleh gurunya. Di perjalanan, masalah demi masalah datang menghampiri, sebelum mencapai pada tujuan akhirnya. Dengan berbagai jurus dan lawakan, ia berusaha menunaikan pesan gurunya.



Ulasan

Pertama, saya ingin menekankan bahwa saya adalah orang awam yang belum pernah membaca komik-komik Wiro Sableng karangan Bastian Tito. Jadi, barangkali ada pengamatan yang meleset dan terlihat banyak omong kosong, terkait cerita, karakter, dan hal-hal yang berkaitan dengan Sang Pendekar Maut Naga Geni 212 ini, saya minta maaf. Oke. Lanjut.


Gema Wiro Sableng akan dibuat filmnya sudah terdengar jauh-jauh hari dan langsung menarik perhatian saya. Meskipun belum pernah baca komiknya, paling tidak saya tahu bahwa dia adalah salah satu dari sekian tokoh atau superhero Indonesia yang cukup melegenda. Terlebih, setelah mendengar sutradaranya adalah Angga D. Sasongko (Filosofi Kopi) ditambah lagi pembuatan film ini bekerja sama dengan 20th Century Fox, maka ekspektasi saya langsung menjadi-jadi membabi-buta.


Kemudian masuk pada masa pengenalan para pemeran akan bermain dalam film ini. Bintang semua, sodara-sodara. Marsha Timothy, Lukman Sardi, Arif Wikana, Dwi Sasono, Happy Salma, Yayan Ruhiyan, Cecep Arif Rahman, Sherina Munaf, Yayu Unru, Andy /rif, Yusuf Mahardika, dan masih banyak lagi. Dan uniknya adalah pemeran Wiro Sableng adalah Vino G. Bastian, yang mana adalah anak dari penulis komik Wiro Sableng, Bastian Tito. Ekspektasi semakin menggila.


Kemudian sampailah di hari pertama penayangan.


Dan Wiro Sableng akan menjadi tolok ukur perfilman Indonesia ke depannya. Meski belum sempurna, banyak hal yang bisa dicontoh oleh sineas tanah air. Film ini seakan berkata, “Buat film itu begini.” Banyak elemen yang luar biasa dan tak akan kita temui di film-film Indonesia kebanyakan.

Mari kita bahas yang bagus-bagus terlebih dahulu.


Production Value-nya benar-benar membuat kita berpikir ragu, “Yakin nih orang Indonesia yang bikin?” sinematografi yang indah, setting tempat yang begitu niat, scoring yang terdengar mewah di telinga, koreografi kelahi yang dibawahi oleh Yayan Ruhiyan sudah menjadi jaminan kualitas, dan CGI yang lumayan bagus, meski ya agak kasar, paling tidak menjadi awal yang baik untuk dunia per-CGI-an di Indonesia. Mungkin semua elemen diatas dipengaruhi oleh keterlibatan 20th Century Fox dalam produksi filmnya. Ya, jauhhhhhhhhhhhhhh lebih baik dari film superhero-yang-pakai-nama-burung-lambang-negara itulah. Hehehehehehe. 


Sulit mencari pembanding untuk film ini, karena memang jarang sekali sineas kita berani mengambil genre dan tema yang beda dari kebanyakan. Apalagi jenis film silat bersetting lampau dan diadaptasi dari karya yang sudah melegenda. Film terdekat yang seharusnya bisa dipakai sebagai pembanding, karena banyak kemiripan, adalah Pendekar Tongkat Emas yang rilis beberapa tahun yang lalu. Sayangnya, saya tidak sempat menontonnya. Jadi ya


Yang sangat saya sayangkan adalah ceritanya yang menurut saya seharusnya bisa dikembangkan lagi. Banyak hal yang agak mengusik pikiran ketika saya menontonnya. Seperti motivasi tokoh ini melakukan sesuatu yang kurang, hubungan antar tokoh yang terasa hambar, dan klimaks yang begitu saja. Bagaimana ya, padahal cerita adalah salah satu elemen inti sebuah film. Porsi dalam film ini dibagi seperti 50% kelahi, 30% lawak, dan 20% cerita inti. Sebagai orang awam, itu yang saya rasakan.
Karakter-Karakter di Wiro Sableng (2018)

Bahkan nama-nama tenar tak menjamin keberhasilan suatu film dari segi cerita. Tapi memang saya harus member kredit pada Vino G. Bastian yang memerankan Wiro Sableng. Totalitas dan begitu menjiwai. Selain itu, pemeran lainnya pun bermain dengan apik, meskipun beberapa di antaranya terlihat kaku dan kikuk, mungkin karena dialog ‘agak baku’ atau apa saya tidak tahu, di beberapa adegan. Juga, kelemahan lainnya adalah karena banyaknya karakter pembagian screentime untuk setiap tokoh yang terasa kurang pas saja begitu. 


Selebihnya, Wiro Sableng adalah film yang megah dan luar biasa. Angin segar bagi dunia perfilman Indonesia nantinya. Rugi kalian kalau melewatkan kebangkitan film silat atau superhero local, karena setelah ini ada juga film Gundala dan Si Buta dari Goa Hantu dan lain-lain. Tontonlah. Lawakan sablengnya juga cukup menghibur, kok.


OYA, jangan keburu keluar, ada mid-credit scene! Meskipun saya agak bingung, tapi katanya itu bocoran penting untuk film selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar