Laman

Jumat, 27 Juli 2018

[Ulasan Film] 22 Menit (2018)


Judul: 22 Menit

Sutradara: Eugene Panji & Myrna Paramita

Penulis: Husein M. Atmodjo & Gunawan Raharja

Penata Suara: Andi Rianto

Sinematografer: Aga Wahyudi

Pemain: Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Ence Bagus, Fanny Fadillah,

Genre: Crime, action, drama


Skor: 7.5/10



Premis

Kilas balik menuju peristiwa pengeboman dan baku tembak yang terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta, 2 tahun yang lalu. 



Ulasan

Terus terang, saya jarang sekali menonton film Indonesia di bioskop, selain karena tema yang diangkat itu-itu saja, kemudian saya amati kebanyakan film Indonesia ‘agak mengecewakan’ menurut saya, setelah menontonnya di televisi dan bersyukur tidak menyia-nyiakan uang dan waktu untuk pergi ke bioskop. Ketimbang film luar, Hollywood terutama, paling tidak ada dua pertimbangan yang saya lakukan sebelum menonton film Indonesia.


Pertama, saya lihat reaksi atau ulasan sobat kismin saya di twitter. Mereka cenderung jujur dan terkadang saya menyukai umpatan kekecewaan mereka. Jika banyak yang bilang bagus, pastilah kalau ada waktu dan uang, saya akan pergi menonton. Pun sebaliknya. Kedua, kalau saya menang kuis menonton gratis. Paling tidak, kalau filmnya mengecewakan, saya tak terlalu rugi.


Film 22 menit ini kebetulan memenuhi dua pertimbangan yang saya punya. Banyak reaksi positif akan film ini di media sosial dan juga saya mendapat 2 tiket gratis dari akun resmi Universitas Airlangga di twitter. Maka berangkatlah kami ke bioskop.


Oke. Itu tadi semacam sambutan, berikutnya adalah ulasan sesungguhnya.


22 Menit adalah salah satu jenis film yang jarang muncul di dunia layar lebar Indonesia. Mulai dari genre dan tema yang diangkat. Di situ, mereka punya kelebihan. Apalagi ini berdasarkan kisah nyata. Masalahnya adalah apakah mereka mampu membuat rekaan yang tak begitu melenceng dari kenyataan (Ingat ini film) sekaligus memuaskan dahaga akan hiburan milik penonton?


Mengesampingkan kesesuaian dengan kejadian sebenarnya, film ini bisa dibilang diatas rata-rata film Indonesia lainnya. Biar saya jelaskan.


Peristiwa bom tersebut diperlihatkan dari beberapa sudut pandang tokoh yang berbeda. Mulai dari polisi lalu lintas, komandan polisi, hingga office boy. Dan masing-masing punya latar belakang yang berbeda dan yang saya suka adalah bagaimana perbedaan itu digunakan untuk menarik simpati penonton. Hanya saja, menurut saya, akan lebih baik lagi kalau hubungan antar tokoh digali lebih dalam lagi.


Aktor-aktor yang bermain dalam film ini beberapa sudah punya nama di industri hiburan tanah air dan sekiranya penampilan mereka cukup meyakinkan sesuai peran mereka masing-masing. Yang paling menonjol, menurut saya, adalah Ario Bayu. Keren dia. Badan, gerak gerik, gimik, cocok sekali dengan peran yang ia mainkan. Tak kalah, juga ada ence bagus dan fanny fadillah, adik-kakak yang cukup menyita perhatian.


Salah satu hal yang membuat film ini berbeda dari film Indonesia kebanyakan adalah scoring-nya. Keren sangat. Terdengar megah dan sangat membantu dalam adegan-adegan tertentu. Suara seperti ledakan, desingan peluru, detak jantung dan lain-lain, sangatlah menambah kengerian dan membuat deg-degan di sebagian besar durasi.


Film ini juga menggunakan CGI, tapi menurut saya, cukup bagus dan pas saja begitu. Tak berlebihan. Walaupun masih agak kasar, cukuplah. 


Seharusnya, film ini bisa lebih bagus jika, itu tadi, hubungan antar karakter digali lagi dan mungkin juga dengan detail-detail kecil lainnya. Oya, saya juga menyadari adanya plot hole yang cukup mengganggu logika saya. Bukannya menyepelekan, hanya saja informasinya tidak diberikan kepada penonton. Jadi, lho kok tiba-tiba begitu. Atau mungkin hanya saya saja.

Dan, ya, ENDINGNYA! Berani dan sangat jarang ada film Indonesia menutup film seperti itu. Berpotensi berlanjut, entah itu prekuel atau sekuel dari Bom Thamrin. Yang jelas, gila.


Tontonlah. Jarang ada film Indonesia seperti ini. Durasinya lebih dari 22 menit kok, santai. Tapi juga tidak begitu panjang. Jadi cukup menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar