Laman

Rabu, 25 Juli 2018

[Movie Review] Mission Impossible: Fall Out (2018)


Judul: Mission Impossible: Fall Out
Sutradara: Christopher McQuarrie
Penulis: Cristopher McQuarrie, Bruce Geller
Sinematografer: Rob Hardy
Musik: Lorne Balfe
Pemain: Tom Cruise, Henry Cavill, Simon Pegg, Ving Rhames, Rebecca Ferguson
Genre: action, crime
Skor: 8.5/10



Premis

Ethan Hunt mendapat misi baru untuk menyelamatkan kedamaian yang ada dan jutaan umat manusia. Ya, seperti biasanya. Ia, tentu saja, dengan tim lama miliknya dan juga mendapat satu anggota baru, Walker. Mereka bertarung bersama, baik dengan kemungkinan yang akan terjadi di masa depan dan juga baying-bayang masa lalu. 



Ulasan

Secara resmi, Fall Out menggantikan Ghost Protocol sebagai seri mission impossible favorit saya. Bahkan, sampai saya menulis ulasan ini, masih terbayang-bayang adegan-adegan luar biasa sepanjang durasi dan juga segala intrik dan twist yang dihadirkan.


Dibandingkan dengan prekuelnya, Rouge Nation, film ini jauh lebih baik. Banyak sekali hal-hal yang membuat film ini terasa begitu menyenangkan. Pertama, ceritanya. Alurnya berkelok-kelok hingga sulit untuk ditebak. Penuh akan intrik dan rentetan plot twist yang cukup membuat kita termenung sejenak untuk menata ulang jalan cerita yang ada di kepala. Kita semua tahu kalau judul mission impossible hanyalah kalimat persuasif, karena pada akhirnya, seperti di seri-seri sebelumnya, misinya akan berhasil. Tapi, catat, jalan menuju akhirnyalah yang sangat memikat pada film ini. 


Kedua, adegan aksi. Seperti di seri-seri sebelumnya, kita selalu disuguhkan dengan aksi-aksi yang mendebarkan dan sepertinya Tom Cruise adalah orang yang senang membahayakan diri sendiri. Yang paling saya ingat adalah ketika ia bergelantungan di Burj Khalifa. Gila. Dan kabarnya, di Fall Out, ia sempat mengalami patah kaki ketika pengambilan adegan melompat dari satu gedung ke gedung lainnya. Banyak sekali adegan yang gila di film ini. So intense. Apalagi dengan bergabungnya karakter berkumis yang diperankan Henry Cavill, Walker, yang konon sebab karakter inilah kumisnya dihilangkan menggunakan CGI di Justice League. Adegan di toilet, goks.


Scoring juga menambah sensasi mendebarkan dan tentu saja masih ada soundtrack khas MI. tereret.. tereret.. teret. Tadi sempat bertemu dengan orang yang membawa anak kecil sekitar 4tahunan dan saya mengkhawatirkan gendang telinga anak itu. Ayolah, orang tua, saya saja kadang terkejut jikalau ada suara ledakan tiba-tiba.


Tidak harus, tapi sebaiknya kalian menonton seri-seri Mission Impossible sebelumnya agar tidak bingung dengan hubungan tiap-tiap karakter. Paling tidak, tontonlah Rouge Nation.

Salah satu film aksi terbaik tahun ini. Goks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar