Judul: Ant-Man
and The Wasp
Sutradara:
Peyton Reed
Penulis: Chris
McKenna, Erik Sommers, Paul Rudd, Andrew Barrer, Gabriel Ferrari
Sinematografer:
Dante Spinotti
Musik: Christopher
Beck
Pemain: Paul
Rudd, Evangeline Lilly, Michael Douglas, Hannah John-Kamen, Michael Pena
Genre: comedy, drama, family
Nilai: 7.5/10
Sinopsis
Setelah kejadian
di bandara (Captain America: Civil War) di mana Scott Lang turut serta dalam
konflik yang terjadi pada Avengers, ia pun harus menerima konsekuensinya. Dia
ditahan selama dua tahun dan menjelang masa kebebasannya ia mendapat mimpi aneh
tentang Alam Kuantum, tempat yang sempat ia masuki di film pertamanya, dan
dengan ‘pengetahuan’ tersebut ia diincar oleh banyak pihak dan terjadilah
aksi-aksi.
Ulasan
Film ini adalah
jawaban dari pertanyaan dimanakah Ant-Man setelah Civil War dan ketika Avengers
bertarung melawan Thanos di Infinity War. Satu pertanyaan telah terjawab dan
muncullah pertanyaan-pertanyaan lain tentang hal-hal yang terjadi film ini dan
kaitannya dengan film MCU kedepannya. Dan saya pikir, film ini akan menjadi
bekal kita sebelum menyaksikan Infinity War bagian dua tahun depan.
Walaupun saya
merasa agak bosan di awal, pertengahan hingga akhir film ini cukup menyenangkan
dan sangat menghibur. Lelucon bermunculan di berbagai tempat dan kebanyakan
berhasil mengundang tawa.
Scott Lang
adalah salah satu karakter terlawak di MCU, selain Peter Parker, dan hal
tersebut membuat film ini menjadi salah satu film MCU yang ‘teringan’. Dan
jangan lupa Luis yang diperankan Michael Pena. Meski porsinya tak banyak, ia
mampu menghadirkan gelak tawa di setiap kemunculannya.
Dan bisa dilihat
dari judulnya, film ini juga ‘membangkitkan’ satu lagi superhero, yang
sebenarnya telah ada sejak lama. The Wasp. Sempat ditunjukkan kostumnya di film
pertama, di film ini kostum tersebut di kenakan atau menurun ke anak perempuan
Dr. Hank Pym, Hope Van Dyne. Porsi antara Mantan dan The Whatsapp ini seimbang
dan keduanya sama-sama punya peran penting di cerita. Dan kedekatan kedua
pemerannya pun terlihat cukup meyakinkan.
Juga pengulangan
scoring dari fim pertama juga semakin membuat kita mudah ingat Ant-Man. Khas
dan sangat cocok dengan genre film. Meskipun cenderung ke komedi, unsur
keluarga pun cukup kental dan menyentuh.
Film ini cocok
bagi kalian yang ingin istirahat sejeak dari hiruk pikuk kesibukan dunia dan
akan sedikit mengurangi keruwetan serta mengembalikan mood menjadi lebih baik. Jika
tidak, yah, mungkin film ini tidak dibuat untuk sampeyan.
Oya, ada dua
credit scene! Tapi yang patut ditunggu cuman satu saja. Satunya sama sekali
tidak penting.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar