Laman

Rabu, 11 Juli 2018

[Movie Review] Ant-Man and The Wasp (2018)


Judul: Ant-Man and The Wasp

Sutradara: Peyton Reed

Penulis: Chris McKenna, Erik Sommers, Paul Rudd, Andrew Barrer, Gabriel Ferrari

Sinematografer: Dante Spinotti

Musik: Christopher Beck

Pemain: Paul Rudd, Evangeline Lilly, Michael Douglas, Hannah John-Kamen, Michael Pena
Genre: comedy, drama, family

Nilai: 7.5/10


Sinopsis

Setelah kejadian di bandara (Captain America: Civil War) di mana Scott Lang turut serta dalam konflik yang terjadi pada Avengers, ia pun harus menerima konsekuensinya. Dia ditahan selama dua tahun dan menjelang masa kebebasannya ia mendapat mimpi aneh tentang Alam Kuantum, tempat yang sempat ia masuki di film pertamanya, dan dengan ‘pengetahuan’ tersebut ia diincar oleh banyak pihak dan terjadilah aksi-aksi.



Ulasan

Film ini adalah jawaban dari pertanyaan dimanakah Ant-Man setelah Civil War dan ketika Avengers bertarung melawan Thanos di Infinity War. Satu pertanyaan telah terjawab dan muncullah pertanyaan-pertanyaan lain tentang hal-hal yang terjadi film ini dan kaitannya dengan film MCU kedepannya. Dan saya pikir, film ini akan menjadi bekal kita sebelum menyaksikan Infinity War bagian dua tahun depan.


Walaupun saya merasa agak bosan di awal, pertengahan hingga akhir film ini cukup menyenangkan dan sangat menghibur. Lelucon bermunculan di berbagai tempat dan kebanyakan berhasil mengundang tawa. 


Scott Lang adalah salah satu karakter terlawak di MCU, selain Peter Parker, dan hal tersebut membuat film ini menjadi salah satu film MCU yang ‘teringan’. Dan jangan lupa Luis yang diperankan Michael Pena. Meski porsinya tak banyak, ia mampu menghadirkan gelak tawa di setiap kemunculannya. 


Dan bisa dilihat dari judulnya, film ini juga ‘membangkitkan’ satu lagi superhero, yang sebenarnya telah ada sejak lama. The Wasp. Sempat ditunjukkan kostumnya di film pertama, di film ini kostum tersebut di kenakan atau menurun ke anak perempuan Dr. Hank Pym, Hope Van Dyne. Porsi antara Mantan dan The Whatsapp ini seimbang dan keduanya sama-sama punya peran penting di cerita. Dan kedekatan kedua pemerannya pun terlihat cukup meyakinkan.


Juga pengulangan scoring dari fim pertama juga semakin membuat kita mudah ingat Ant-Man. Khas dan sangat cocok dengan genre film. Meskipun cenderung ke komedi, unsur keluarga pun cukup kental dan menyentuh.


Film ini cocok bagi kalian yang ingin istirahat sejeak dari hiruk pikuk kesibukan dunia dan akan sedikit mengurangi keruwetan serta mengembalikan mood menjadi lebih baik. Jika tidak, yah, mungkin film ini tidak dibuat untuk sampeyan.


Oya, ada dua credit scene! Tapi yang patut ditunggu cuman satu saja. Satunya sama sekali tidak penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar