Laman

Selasa, 19 Juni 2018

[Movie Review] Hunt for the Wilderpeople (2016)



Judul: Hunt for the Wilderpeople
Sutradara: Taika Waititi
Penulis: Taika Waititi(skenario), Barry Crump(buku)
Sinematografer: Lechlan Milne
Musik: Lukasz Pawel Buda, Samuel Scott, Conrad Wedde
Pemain: Sam Neill, Julian Dennison, Rima Te Wiata, Rachel House
Genre: Komedi, drama, family

Nilai: 8/10

Sinopsis
Pencarian berskala nasional dilakukan untuk mencari seorang bocah pemberontak dan paman angkatnya yang menghilang di pedalaman hutan Selandia Baru. Muncul dugaan bahwa bocah itu diculik dan diajak kabur agar tak kembali ke tempat asalnya dip anti asuhan. Sementara itu, pencarian semakin memburuk dan penuh drama.


Ulasan
Taika Waititi adalah seorang jenius menurut saya. Skenario rapi dan ceritanya pun selain sangat menghibur juga terdapat pesan moralnya, meski di beberapa adegan terdapat kata-kata kotor dan kekerasan, tapi bagaimanapun juga hal baik tetaplah hal baik.

Dia jugalah orang dibalik What Do We Do in The Shadows (2014) dan yang terbaruk adalah Thor: Ragnarok (2017). Dan juga kalian pernah menonton salah satu film tersebut, mungkin kalian mengenal gaya cerita dan penyutradaraannya yang cukup absurd, karakter nyeleneh, dan terkadang bisa dikatakan cukup gila, yang mana di situlah kebelihannya dan bahan bakar utama dirinya dalam menyampaikan lelucon-lelucon di tiap adegannya. Dia juga jadi cameo di film ini sebagai Pendeta dan yah silakan tonton sendiri kelakukannya.

Dari sisi komedi, saya pribadi sangat suka. Berkali-kali saya terbahak karena tingkah laku karakter atau hanya sekedar percakapan sederhana yang mungkin bila diarahkan orang lain takkan jadi selucu cara Taika Waititi. Meski komedi adalah bahan bakar utama, porsi dramanya pun cukup banyak dalma hubungan Ricky Baker si bocah pemberontak dan keluarga Hec si paman angkat. Paslah menurut saya.

Kita juga bakal disuguhkan pemandangan yang indah dari pegunungan dan hutan Selandia Baru yang sangat memanjakan mata. Adem nontonnya. Juga penggunaan musik yang unik dan akan terus berputar di kepala beberapa dari setelah menontonnya. 

Film yang cocok untuk kembali membersihkan pikiran kita, durasinya pun tak terlalu lama untuk film komedi, hanya sekitar 100 menit. Akan ada perasaan bahagia setelah menontonnya, menurut saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar