Judul: Hunt for
the Wilderpeople
Sutradara: Taika
Waititi
Penulis: Taika
Waititi(skenario), Barry Crump(buku)
Sinematografer:
Lechlan Milne
Musik: Lukasz
Pawel Buda, Samuel Scott, Conrad Wedde
Pemain: Sam
Neill, Julian Dennison, Rima Te Wiata, Rachel House
Genre: Komedi,
drama, family
Nilai: 8/10
Sinopsis
Pencarian
berskala nasional dilakukan untuk mencari seorang bocah pemberontak dan paman
angkatnya yang menghilang di pedalaman hutan Selandia Baru. Muncul dugaan bahwa
bocah itu diculik dan diajak kabur agar tak kembali ke tempat asalnya dip anti asuhan.
Sementara itu, pencarian semakin memburuk dan penuh drama.
Ulasan
Taika Waititi
adalah seorang jenius menurut saya. Skenario rapi dan ceritanya pun selain sangat
menghibur juga terdapat pesan moralnya, meski di beberapa adegan terdapat
kata-kata kotor dan kekerasan, tapi bagaimanapun juga hal baik tetaplah hal
baik.
Dia jugalah
orang dibalik What Do We Do in The Shadows (2014) dan yang terbaruk adalah
Thor: Ragnarok (2017). Dan juga kalian pernah menonton salah satu film
tersebut, mungkin kalian mengenal gaya cerita dan penyutradaraannya yang cukup
absurd, karakter nyeleneh, dan terkadang bisa dikatakan cukup gila, yang mana
di situlah kebelihannya dan bahan bakar utama dirinya dalam menyampaikan
lelucon-lelucon di tiap adegannya. Dia juga jadi cameo di film ini sebagai
Pendeta dan yah silakan tonton sendiri kelakukannya.
Dari sisi
komedi, saya pribadi sangat suka. Berkali-kali saya terbahak karena tingkah laku
karakter atau hanya sekedar percakapan sederhana yang mungkin bila diarahkan
orang lain takkan jadi selucu cara Taika Waititi. Meski komedi adalah bahan
bakar utama, porsi dramanya pun cukup banyak dalma hubungan Ricky Baker si
bocah pemberontak dan keluarga Hec si paman angkat. Paslah menurut saya.
Kita juga bakal
disuguhkan pemandangan yang indah dari pegunungan dan hutan Selandia Baru yang
sangat memanjakan mata. Adem nontonnya. Juga penggunaan musik yang unik dan
akan terus berputar di kepala beberapa dari setelah menontonnya.
Film yang cocok
untuk kembali membersihkan pikiran kita, durasinya pun tak terlalu lama untuk
film komedi, hanya sekitar 100 menit. Akan ada perasaan bahagia setelah
menontonnya, menurut saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar