Laman

Rabu, 06 Juni 2018

[Movie Review] Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)


Judul: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri
Sutradara: Martin McDonagh
Penulis: Martin McDonagh
Sinematografer: Ben Davis
Musik: Carter Burwell
Pemain: Frances McDomand, Sam Rockwell, Caleb Landry Jones, Woody Harrelson
Nilai: 9/10


Sinopsis
Ada kasus yang melibatkan seorang gadis yang dibunuh, diperkosa, dan dibakar—entah bagaimana urutannya. Hampir tujuh bulan lamannya, setelah kejadian, polisi tak mampu mengungkap siapa pelaku kejahatan tersebut. Merasa bahwa polisi tak bekerja dengan baik, Ibu dari sang korban Mildred(Frances McDomand), memutuskan untuk menyewa dan memasang pengingat atau peringatan tentang kasus anaknya pada tiga papan reklame yang ditujukan pada kepala kepolisian daerah Chief Willoughby(Woody Herrelson) tersebut. Tak disangka, efek dari tiga papan reklame tersebut begitu luas dan mengundang masalah-masalah lainnya.


Ulasan
Ini adalah film nominasi Best Picture Oscar kedua tahun 2018, setelah Get Out, yang saya tonton dan memang sangat layak mendapatkan nominasi tersebut. Hanya saja, saya belum bisa memastikan dan membandingkannya dengan nominator lainnya. Yang jelas, jika dibandingkan dengan Get Out(2017), saya lebih menyukai film ini, walau dulu saya sempat mengagung-agungkan karya Jordan Peele tersebut. Three Billboards Outside Ebbing, Missouri adalah sebuah Mahakarya. 

Awalnya saya agak meragukan dan tak begitu menaruh perhatian, terlebih pada format judul yang cukup asing bagi saya. Kemudian saya tahu kalau film ini disutradarai oleh Martin McDonagh dan saya pernah menonton salah satu karyanya, In Bruges (2008). Tak begitu suka. Terlalu gelap bagi saya, bahkan saya masih tak tahu apa yang sebenarnya yang ingin ia sampaikan di film tersebut. Tapi, muncullah ia dengan film ini.

Dari segi cerita, saya sangat menyukainya. Tak ada plot-twist yang bikin mikir, hanya saja, saya kagum bagaimana ia membelak-belokkan cerita seolah mengejek penonton yang telah meneba-nebak akhirnya. Ini pasti begini, oh bukan. Oh setelah ini pasti ke situ, oh bukan juga. Beberapa kali saya dikecoh dan saya tak pernah merasa semenyenangkan ini untuk dibodohi. Dan permainan dialognya pun sangat cerdas.

Jajaran aktor yang dipilih pun bermain dengan sangat bagus. Saya hanya tahu satu aktor, Woody Herrelson, dan sisanya sama sekali tak tahu film-film apa yang telah mereka bintangi. Oh, ada satu lagi, pemeran Red Welby, setelah saya ingat-ingat ternyata ia juga bermain di Get Out, sebagai adik dari  Rose. Justru saya lebih senang begitu, tak tahu jejak aktor-aktris yang bermain, karena tak ada bayang-bayang tentang peran yang dulu mereka mainkan, yang saya tahu mereka adalah karakter yang bermain di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri. Itu saja.

Bagaimanapun, mereka semua berhasil memerankan karakter dengan apik. Dua diantaranya bahkan juga mendapat nominasi di Oscar dan  keluar sebagai pemenangnya. Mereka adalah Frances McDomand sebagai pemeran utama wanita terbaik dan Sam Rockwell sebagai pemeran pendukung pria terbaik. Goks.

Kemudian, musik pula punya peran yang cukup penting di film ini. Ia sebagai pengatur tempo dan membantu kita merasa lebih peka pada suasana hati si karakter lalu ikut bersimpati. Sama halnya dengan sinematografi. Yah, walaupun standar untuk ukuran film Hollywood, tapi cukup untuk memperindah frame demi frame film ini.

Tontonlah dan kalian akan tahu seberapa besar pengorbanan seorang ibu demi mendapatkan keadilan bagi putrinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar