Judul: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri
Sutradara: Martin McDonagh
Penulis: Martin McDonagh
Sinematografer: Ben Davis
Musik: Carter Burwell
Pemain: Frances McDomand, Sam Rockwell, Caleb Landry Jones,
Woody Harrelson
Nilai: 9/10
Sinopsis
Ada kasus yang
melibatkan seorang gadis yang dibunuh, diperkosa, dan dibakar—entah bagaimana
urutannya. Hampir tujuh bulan lamannya, setelah kejadian, polisi tak mampu
mengungkap siapa pelaku kejahatan tersebut. Merasa bahwa polisi tak bekerja
dengan baik, Ibu dari sang korban Mildred(Frances McDomand), memutuskan untuk menyewa dan memasang
pengingat atau peringatan tentang kasus anaknya pada tiga papan reklame yang
ditujukan pada kepala kepolisian daerah Chief Willoughby(Woody Herrelson) tersebut. Tak disangka, efek dari tiga
papan reklame tersebut begitu luas dan mengundang masalah-masalah lainnya.
Ulasan
Ini adalah film
nominasi Best Picture Oscar kedua tahun 2018, setelah Get Out, yang saya tonton
dan memang sangat layak mendapatkan nominasi tersebut. Hanya saja, saya belum
bisa memastikan dan membandingkannya dengan nominator lainnya. Yang jelas, jika
dibandingkan dengan Get Out(2017), saya lebih menyukai film ini, walau dulu saya
sempat mengagung-agungkan karya Jordan Peele tersebut. Three Billboards Outside
Ebbing, Missouri adalah sebuah Mahakarya.
Awalnya saya
agak meragukan dan tak begitu menaruh perhatian, terlebih pada format judul
yang cukup asing bagi saya. Kemudian saya tahu kalau film ini disutradarai oleh
Martin McDonagh dan saya pernah menonton salah satu karyanya, In Bruges (2008).
Tak begitu suka. Terlalu gelap bagi saya, bahkan saya masih tak tahu apa yang
sebenarnya yang ingin ia sampaikan di film tersebut. Tapi, muncullah ia dengan
film ini.
Dari segi
cerita, saya sangat menyukainya. Tak ada plot-twist yang bikin mikir, hanya
saja, saya kagum bagaimana ia membelak-belokkan cerita seolah mengejek penonton
yang telah meneba-nebak akhirnya. Ini pasti begini, oh bukan. Oh setelah ini
pasti ke situ, oh bukan juga. Beberapa kali saya dikecoh dan saya tak pernah
merasa semenyenangkan ini untuk dibodohi. Dan permainan dialognya pun sangat cerdas.
Jajaran aktor
yang dipilih pun bermain dengan sangat bagus. Saya hanya tahu satu aktor, Woody
Herrelson, dan sisanya sama sekali tak tahu film-film apa yang telah mereka
bintangi. Oh, ada satu lagi, pemeran Red Welby, setelah saya ingat-ingat
ternyata ia juga bermain di Get Out, sebagai adik dari Rose. Justru saya lebih senang begitu, tak
tahu jejak aktor-aktris yang bermain, karena tak ada bayang-bayang tentang
peran yang dulu mereka mainkan, yang saya tahu mereka adalah karakter yang
bermain di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri. Itu saja.
Bagaimanapun,
mereka semua berhasil memerankan karakter dengan apik. Dua diantaranya bahkan
juga mendapat nominasi di Oscar dan
keluar sebagai pemenangnya. Mereka adalah Frances McDomand sebagai
pemeran utama wanita terbaik dan Sam Rockwell sebagai pemeran pendukung pria
terbaik. Goks.
Kemudian, musik
pula punya peran yang cukup penting di film ini. Ia sebagai pengatur tempo dan
membantu kita merasa lebih peka pada suasana hati si karakter lalu ikut
bersimpati. Sama halnya dengan sinematografi. Yah, walaupun standar untuk
ukuran film Hollywood, tapi cukup untuk memperindah frame demi frame film ini.
Tontonlah dan
kalian akan tahu seberapa besar pengorbanan seorang ibu demi mendapatkan
keadilan bagi putrinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar