Laman

Rabu, 13 Juni 2018

[Movie Review] Hell or High Water (2016)


Judul: Hell or High Water (2016)
Sutradara: David Mackenzie
Penulis: Taylor Sheridan
Sinematografer: Giles Nuttgens
Musik: Nick Cave dan Warren Ellis
Pemain: Chris Pine, Ben Foster, Jeff Bridges, Gil Birmingham
Genre: Crime, drama

Nilai: 7.5/10



"I’ve been poor my whole life, like a desease passing from generation to generation. But not my boys, not anymore."


Sinopsis
Howard bersaudara yang berusaha untuk memperbaiki hidup mereka dan menghilangkan embel-embel kemiskinan dalam garis keturunan. Hanya saja, cara yang mereka lakukan cukup beresiko dan melanggar hukum. Dan masuklah seorang Ranger (semacam polisi) yang hendak pension dan menjadikan kasus tersebut sebagai pengabdian yang terakhirnya.


Ulasan
Nuansa western cukup terasa di film ini, berikut dengan cerita tentang tindak kejahatan, kecakapan penegak hukum, dan tentu saja perbukitan yang gersang. Tapi, ya, bagaimanapun juka film ini mempunyai pembeda yang cukup mencolok dalam penyampaian cerita. Jika biasanya film western cenderung menampilkan satu sisi—antagonis saja atau protagonis saja—film ini justru menitikberatkan pada karakter, yang bisa dibilang, sebagai antagonis, meski menampilkan juga tentang si protagonis. Jadi kita akan melihat suatu permasalahan dari dua sudut pandang yang berbeda.

Sebenarnya cerita film ini sudah tertera jelas pada judul filmnya, Hell or High Water. Yang berasal dari ungkapan ‘Come hell or high water’ yang kira-kira berarti mengajak untuk datang(baca:melakukan sesuatu) bagaimanapun kondisinya, apapun resikonya. Jadi, ya, bisa dibilang itu adalah motto dari si Howard bersaudara.

Akting yang cukuk apik ditunjukkan oleh para pemain, terutama mbah Jeff yang terasa begitu cocok dengan karakter. Juga pemakaian musik dan scoring yang membantu kita merasakan suasana, tentu saja cenderung ke gaya western. Kita juga bakal disajikan pemandangan dari perbukitan tandus, kasino, dan hal-hal yang dekat dengan dunia kriminal di Amerika.

Ini adalah jenis film yang tak semua orang suka, karena meski ini adalah film bergenre kriminal, tak banyak jedar-jedor yang bisa kita dengar, karena mungkin sutradara lebih mementingkan cerita dan penggunaannya hanya terbatas. Dan juga bisa dibilang film ini bertempo lambat untuk durasi sekitar 1 jam 40 menit, berpotensi menyebabkan kantuk.

Terlepas dari itu, film ini cukup membanggakan karena mendapat empat nominasi di ajang Oscar tahun 2017, antara lain sebagai: Film Terbaik, Skenario Original Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik dan Penyuntingan Film Terbaik. 

Kesimpulannya, film ini cukup bagus untuk dijadikan tontonan, hanya saja butuh kesabaran saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar