Laman

Jumat, 16 Februari 2018

[Movie Review] Get Out (2017)



Title: Get Out
Director and Writer: Jordan Peele
Cast: Daniel Kaluuya, Allison Williams, Catherine Keener, Bradley Whitford, Caleb Landry Jones
Cinematography: Toby Oliver
Music: Michael Abels
Genre: Horror, Mystery, Thriller
IMDb: 7.7/10                            
Saya: 8/10


Salah satu alasan saya kenapa saya memutuskan untuk menonton film ini, selain karena banyak mendapat ulasan positif dari kritikus, adalah sutradaranya. Jordan Peele. Setahu saya, dia adalah seorang comedian yang sering muncul di comedy central bersama temannya, dengan judul serial Key and Peele. Itu serial bagus dan beberapa episode diantaranya berhasil membuat saya tertawa sekaligus kagum betapa liarnya imajinasi penulisnya, Key dan Peele sendiri, dalam menulis cerita. Dan dalam film layar lebar pertamanya sebagai sutradara, ia memilih genre horror, mystery dan thriller. Dia benar-benar keluar dari zona nyamannya dan itu membuat saya semakain tertarik.



Begini ceritanya.

Sepasang kekasih, Chris (Daniel Kaluuya) dan Rose (Allison William), saya tidak bermaksud rasis tapi saya perlu menyampaikan bahwa Chris ini adalah seorang pria kulit hitam dan Rose adalah perempuan kulit putih, karena ini adalah salah satu elemen penting dalam cerita yang ingin disampaikan Peele. Secara, dia sendiri adalah African-american. Dan film ini bisa dibilang adalah bentuk keresahannya selama menjadi orang kulit hitam di tanah amerika.


Konflik datang saat Rose ingin mengenalkan Chris pada orang tuanya. Bagaimanapun, hubungan mereka adalah sesuatu yang hal yang tabu bagi sebagian orang, Chris takut kalau orang tua dari Rose akan marah atau kesal ketika mengetahui bahwa putrinya berpacaran dengan pria kulit hitam. Kemudian satu per satu keganjilan mencuat dan membentuk tanda tanya yang besar, kemana ceritanya akan dibawa?


Isu rasis dalam film ini sangat mencolok dan membuat film ini bisa dibilang juga termasuk dalam dark comedy. Tapi, justru itulah daya tarik tersendiri yang dimiliki film ini dan sepertinya hal itu membuat film ini berbeda dan berani dalam mengangkat tema yang tidak umum bagi film Hollywood, setahu saya setidaknya.


Dari awal sekali hingga akhir kita seolah-olah diberi petunjuk berupa hal-hal ganjil yang terus menimbulkan pertanyaan. Cara yang bagus untuk menjaga penonton agar tetap fokus pada cerita. Namun, bagi orang yang kurang sabar, sepertiga awal film ini akan terkesan membosankan, padahal hampir semua scene yang ditampilkan ditujukan sebagai petunjuk untuk kita dalam menebak jalan ceritanya sekaligus akan terasa masuk akal ketika kita selesai menonton filmnya.


Sebagai film horror, misteri dan thriller, film ini tak banyak memberikan jumpscare namun lebih menitikberatkan pada suasana dan suspense. Terutama sepertiga akhir. Setiap adegan terasa mencekam dan menggila, dalam artian baik. Jadi kalian harus sabar hingga akhir film.


Terus terang, saya kurang familiar dengan aktor dan aktris yang bermain dalam film ini. Hal itu juga menambah nilai lebih menurut saya, karena saya tidak terganggu dengan peran-peran yang pernah aktor dan aktis itu lakukan sebelumnya. Jadi saya mengenal mereka seperti karakter yang sedang mereka mainkan.


Scoring serta soundtrack pun unik sehingga melekat di kepala untuk waktu yang lama setelah menonton. Salah satunya adalah main theme film ini, yang berjudul Sikiliza Kwa Wahenga. Seolah saya kembali dalam suasana film ini ketika mendengarkan lagu itu.


Ketika saya tahu film ini mendapat nominasi best picture Oscar tahun ini, saya senang sekali. Film bagus memang perlu diapresiasi. Total, selain mendapat nominasi sebagai Best Motion Picture of The Year, film ini juga mendapat nominasi Oscar di Best Performance by an Actor in a Leading Role(Daniel Kaluuya), Best Achievement in Directing(Jordan Peele) dan Best Original Screenplay(Jordan Peele).


Jadi, jika kalian ingin menonton ingin ini, saran saya, bersabarlah. Nikmati setiap adegan. Maka akhir film ini akan begitu membekas di kepala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar