Title: Get Out
Director and Writer:
Jordan Peele
Cast: Daniel
Kaluuya, Allison Williams, Catherine Keener, Bradley Whitford, Caleb Landry
Jones
Cinematography:
Toby Oliver
Music: Michael
Abels
Genre: Horror,
Mystery, Thriller
IMDb:
7.7/10
Saya: 8/10
Salah satu
alasan saya kenapa saya memutuskan untuk menonton film ini, selain karena
banyak mendapat ulasan positif dari kritikus, adalah sutradaranya. Jordan Peele.
Setahu saya, dia adalah seorang comedian yang sering muncul di comedy central bersama temannya, dengan
judul serial Key and Peele. Itu serial bagus dan beberapa episode diantaranya
berhasil membuat saya tertawa sekaligus kagum betapa liarnya imajinasi penulisnya,
Key dan Peele sendiri, dalam menulis cerita. Dan dalam film layar lebar
pertamanya sebagai sutradara, ia memilih genre horror, mystery dan thriller. Dia
benar-benar keluar dari zona nyamannya dan itu membuat saya semakain tertarik.
Begini
ceritanya.
Sepasang kekasih,
Chris (Daniel Kaluuya) dan Rose (Allison William), saya tidak bermaksud rasis
tapi saya perlu menyampaikan bahwa Chris ini adalah seorang pria kulit hitam
dan Rose adalah perempuan kulit putih, karena ini adalah salah satu elemen
penting dalam cerita yang ingin disampaikan Peele. Secara, dia sendiri adalah African-american. Dan film ini bisa
dibilang adalah bentuk keresahannya selama menjadi orang kulit hitam di tanah
amerika.
Konflik datang
saat Rose ingin mengenalkan Chris pada orang tuanya. Bagaimanapun, hubungan
mereka adalah sesuatu yang hal yang tabu bagi sebagian orang, Chris takut kalau
orang tua dari Rose akan marah atau kesal ketika mengetahui bahwa putrinya
berpacaran dengan pria kulit hitam. Kemudian satu per satu keganjilan mencuat
dan membentuk tanda tanya yang besar, kemana ceritanya akan dibawa?
Isu rasis dalam
film ini sangat mencolok dan membuat film ini bisa dibilang juga termasuk dalam
dark comedy. Tapi, justru itulah daya
tarik tersendiri yang dimiliki film ini dan sepertinya hal itu membuat film ini
berbeda dan berani dalam mengangkat tema yang tidak umum bagi film Hollywood,
setahu saya setidaknya.
Dari awal sekali
hingga akhir kita seolah-olah diberi petunjuk berupa hal-hal ganjil yang terus
menimbulkan pertanyaan. Cara yang bagus untuk menjaga penonton agar tetap fokus
pada cerita. Namun, bagi orang yang kurang sabar, sepertiga awal film ini akan
terkesan membosankan, padahal hampir semua scene yang ditampilkan ditujukan
sebagai petunjuk untuk kita dalam menebak jalan ceritanya sekaligus akan terasa
masuk akal ketika kita selesai menonton filmnya.
Sebagai film horror,
misteri dan thriller, film ini tak banyak memberikan jumpscare namun lebih menitikberatkan
pada suasana dan suspense. Terutama sepertiga akhir. Setiap adegan terasa
mencekam dan menggila, dalam artian baik. Jadi kalian harus sabar hingga akhir
film.
Terus terang,
saya kurang familiar dengan aktor dan aktris yang bermain dalam film ini. Hal itu
juga menambah nilai lebih menurut saya, karena saya tidak terganggu dengan
peran-peran yang pernah aktor dan aktis itu lakukan sebelumnya. Jadi saya
mengenal mereka seperti karakter yang sedang mereka mainkan.
Scoring serta soundtrack pun unik sehingga melekat di kepala untuk waktu yang
lama setelah menonton. Salah satunya adalah main theme film ini, yang berjudul Sikiliza
Kwa Wahenga. Seolah saya kembali dalam suasana film ini ketika mendengarkan
lagu itu.
Ketika saya tahu
film ini mendapat nominasi best picture Oscar tahun ini, saya senang sekali. Film
bagus memang perlu diapresiasi. Total, selain mendapat nominasi sebagai Best Motion Picture of The Year, film
ini juga mendapat nominasi Oscar di Best
Performance by an Actor in a Leading Role(Daniel Kaluuya), Best Achievement in Directing(Jordan
Peele) dan Best Original Screenplay(Jordan
Peele).
Jadi, jika
kalian ingin menonton ingin ini, saran saya, bersabarlah. Nikmati setiap
adegan. Maka akhir film ini akan begitu membekas di kepala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar