Director: Steven Spielberg
Writers: Herge, Steven Moffat, Edgar Wright dan Joe Cornish
Cast: Jamie Bell, Andy Serkis, Daniel Craig, Simon Pegg, Nick Frost
Cinematographer: Janusz Kaminski
Genre: Adeventure, animation
IMDb: 7.4/10
Saya: 7.8/10
“You
care about something, you fight for it. You hit a wall, you push through it. There’s
something you need to know about failure, Tintin. You can never let it defeat
you.”
- Captain
Haddock.
Tintin. Nama yang
terdengar konyol namun begitu familiar, kemudian gambaran seorang pria dengan
jambul pirang akan segera terbayang di kepala. Ia adalah karakter fiksi dalam
seri komik yang digambar komikus Belgia, Herge. Diceritakan ia adalah seorang
jurnalis yang, entah disengaja atau tidak, gemar berpetualang kemudian
menceritakan kisahnya di koran tempat ia bekerja.
Dan karena
ketenarannya, nama besar seperti Steven Spielberg, orang yang menghadirkan Jaws,
Jurassic Park, Saving Private Ryan dan banyak karya menakjubkan lainnya ke
dunia film, tertarik untuk mengangkat kisah Tintin ke layar lebar. Kemudian
baru teralisasikan pada tahun 2011. Naskahnya pun digarap oleh tiga orang
sekaligus, Steven Moffat(Penulis serial Sherlock dan Doctor Who), Edgar Wright(The
Three Flavours Cornetto trilogy dan yang terbaru Baby Driver) dan Joe
Cornish(Ant-Man), yang kebetulan semuanya berasal dari inggris, sehingga ketika
menonton, british English begitu terasa.
Kisah bermula
ketika Tintin dan anjingnya, Snowy, sedang berjalan-jalan di pasar lalu
perhatian Tintin tertuju pada sebuah miniatur kapal, The Unicorn. Karena
menyukai keunikan serta nilai sejarahnya, ia pun membelinya. Tak lama kemudian,
dua orang silih berganti mendatangi dengan maksud yang sama, membeli miniatur kapal
yang telah dibelinya. Sayangnya, kedua tawaran ditolaknya dengan halus. Namun,
kejadian itu menimbulkan pertanyaan baginya, kenapa benda itu begitu berarti
sehingga diperebutkan?
Begitu sampai di
flat, ia meletakkan miniatur kapal itu di meja dank arena aksi kejar-kejaran
Snowy dan seekor kucing, kapal itu terjatuh dan tiangnya patah. Berbekal rasa
penasaran, ia pergi ke perpus dan menacari tahu lebih dalam tentang sejarah The
Unicorn. Ketika kembali kapal tersebut hilang. Ia pergi menuju kediaman
Sakharine (Daniel Craig), salah satu orang yang telah menawar kapalnya, untuk
mencari kapal miliknya.
Cerita bergulir,
hingga mempertemukan Tintin dengan Kapten Haddock, yang ternyata adalah
keturunan Sir Francis, kapten kapal The Unicorn. Petualangan pun dimulai.
Dengan nama-nama
besar seperti Steven Spielberg, Peter Jackson, Steven Moffat, Edgar Wright, Joe
Cornish serta didukung bintang-bintang lainnya seperti Jamie Bell, Daniel
Craig, Andy Serkis, Nick Frost, Simon Pegg dan lain-lain, tentulah kita bisa
berekspektasi tinggi pada film ini. Dibuat dengan teknik motion capture,
sehingga membuat film ini terlihat begitu nyata dan indah dan akan membuat kita
tak ingin terlewat barang sedetik saja. Sebuah hal yang cukup baru dan unik
untuk ukuran film animasi.
Sebagaimana film
animasi, yang mana pasar utamanya adalah anak-anak, maka ceritanya pun dibuat
ringan namun tidak murahan. Lebih mementingkan sisi petualangan ketimbang
misteri adalah cara yang dipilih ketika penulis skenario agar tidak membingungkan
bagi penontonnya. Tapi, tak lupa diselipkan juga beberapa twist yang cukup
membuat kita tertegun sejenak. Lelucon-lelucon yang disampaikan pun cukup
berhasil mengundang tawa, terutama karakter Kapten Haddock. Masalah visual, tak
usah dibahas. Sungguh indah. Terlebih lagi ditunjang dengan scoring yang
mendukung adegan-adegan tertentu sehingga penonton terasa ikut serta dalam
cerita.
Meskipun begitu,
ada juga beberapa kelemahan yang terjadi. Beberapa plot holes sederhana yang
cukup mengganggu saya. Lalu pertanyaan seperti, bagaimana bisa? Kemudian saya
ingat, toh ini hanya film, apalagi film animasi dengan tujuan utamanya adalah
anak-anak, jadi ya termaafkan.
Jadi, jika
kalian punya waktu senggang dan ingin mencari tontonan yang menghibur, ada
baiknya memasukkan Tintin ke watch list kalian. Percaya saya, film ini
menyenangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar