Laman

Minggu, 23 September 2018

[TV Series Review] Channel Zero Season 1 (2016-)





Judul: Channel Zero: Candle Cove (2016-)
Pembuat: Nick Antosca
Kanal: Syfy
Pemain: Paul Schneider, Fiona Shaw, Luisa d’Oliveira, Natalie Brown, Shaun Benson, Marina Stephenson Kerr
Genre: Psychological-Thriller, Horror
Nilai: 9

Premis
Mike Painter berkunjung ke tempat ia dibesarkan dengan tujuan untuk mengobati trauma masa kecilnya. Namun, kembalinya ia ke tempat itu justru membuka kembali luka lama dan semakin parah. Misteri aneh yang terjadi berpuluh tahun yang lalu terjadi lagi. Semakin parah dan penuh tanda tanya.


Ulasan
Terus terang, saya sulit menyukai cerita horror, bukan karena penakut, tapi lebih ke menjaga otak saya dari sugesti-sugesti menyeramkan yang dapat memicu imajinasi saya merangkai segala hantu dan kemungkinan buruk yang bisa terjadi ini. Intinya, jangan terlalu banyak menonton televisi. Atau jika kalian punya anak, adik, atau siapapun yang kalian sayangi, maka awasilah apa yang mereka tonton dan jangan remehkan komunikasi. 

Kalian akan tahu kenapa saya berkata demikian setelah menonton season pertama serial ini.

Penceritaan berjalan relatif lamban, jadi kalau tidak terbiasa, bukannya terkesan akan misteri di dalamnya, bisa-bisa kalian ketiduran. Tapi, jika kalian menyukai gaya penceritaan film The Sixth Sense, Se7en, atau serial Mindhunter, ini adalah santapan yang sangat menyenangkan. Penonton diajak perlahan-lahan mendalami karakter dan permasalahan yang dimilikinya serta dengan sabar memberikan petunjuk satu demi satu atas misteri yang terjadi. Tak jarang kalian akan dikejutkan oleh plot-twist yang disebar di beberapa episode.

Meskipun bergenre psychological-thriller, serial ini juga sedikit menyinggung ke horror dan agak gore, meski tidak banyak. Sensasi mencekam akan terasa sepanjang durasi tanpa ada lelucon atau celetukan yang tak perlu dari tokoh-tokoh pendukung. 

Sinematografi serial ini juga memanjakan mata. Tidak aneh-aneh. Sederhana tapi penuh makna. Entah kenapa saya sangat menyukai pengambilan gambar, komposisi, grading, dan pergerakan kamera. Keren.

Tapi, bukan tanpa cela, cerita serial ini memiliki satu celah di plot. Namun, jika kita memakluminya sebagaimana cerita rekaan tentu bukan suatu masalah. Karena, melihat latar belakang cerita, tentu boleh-boleh saja.

Season pertama ini Cuma memuat 6 episode, masing-masing dengan durasi sekitar 40 menitan. Jadi, paling tidak, dua hari atau bahkan semalam pun bisa, karena ini jenis serial yang bikin candu untuk lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar