Judul: Crazy
Rich Asians
Sutradara: Jon
M. Chu
Penulis: Peter
Chiarelli, Adele Lim, Kevin Kwan
Sinematografi:
Vanja Cernjul
Musik: Bryan
Tyler
Pemain:
Constance Wu, Henry Golding, Michelle Yeoh, Gemma Chan, Lisa Lu, Awkwafina
Genre: drama,
keluarga
Nilai: 7
Premis
Rachel Chu
hendak menghadiri pesta pernikahan teman Nick Young di Singapura. Di saat bersamaan,
itu adalah kesempatannya untuk bertemu dan berkenalan dengan keluarga
kekasihnya, yang ternyata sedikit diketahuinya adalah salah satu keluarga
terkaya di Asia. Dan perjuangan mendapatkan restu calon mertua adalah fokus
utama film ini.
Ulasan
Twit-twit pujian
atas film ini, baik dari pengulas dalam maupun luar negeri, berseliweran di
linimasa saya dan tentu saja menarik perhatian saya. Karena film ini adalah
sesuatu yang baru, setidaknya dalam perfilman Hollywood. Menjadikan asia
sebagai latar belakang yang mendasar pun pemerannya benar-benar dari—atau setidaknya
keturunan asia tulen—Asia bukan whitewashing
sebagai pemeran utama, bahkan rata-rata kru juga berasal dari benua terluas
itu. Sangat beresiko, tapi voila, muncullah Crazy Rich Asians yang dipuji-puji
khalayak.
Dan mungkin saya
bukan target pasar yang ingin dipuaskan oleh film ini. Karena, opini saya
cenderung berlawanan dengan pendapat kebanyakan orang.
Bagus, kok. Tapi
ya sekedar bagus menjurus ke biasa saja menurut saya. Mulai dari cerita yang
sederhana dan mudah sekali ditebak bagaimana ceritanya akan berakhir—bahkan dari
20 menit pertama sudah punya rekaan cerita sendiri dan terbukti benar di akhir,
meskipun jalan yang dilalui tentu saja berbeda. Karena, bagaimanapun, cerita
adalah kunci utama pun dengan ending-nya yang harus berkesan.
Akting yang
disuguhkan oleh pemeran pendukung justru menutupi dua pemeran utama. Perhatian
penonton dicuri oleh pemeran Ibu—Eleanor Young-- dari Nick Young dan teman
Rachel, Peik Lin. Oleh Eleanor Young emosi kita bakal diaduk-aduk sampai ingin
rasanya memaki akibat karakter yang ia perankan begitu menjengkelkan. Sementara
itu, Peik Lin memberikan ruang kita untuk tertawa sejenak melupakan lika-liku
kisah cinta Rachel Chu dan Nick Young. Perlu saya tegaskan kalau penampilan
pemeran utama tidak jelek, hanya saja agak kebanting dengan performa dua pemain
pendukung ini. Menurut saya.
Yang patut
diacungi jempol adalah penata artistik yang menangani dekorasi di tiap adegan,
yang ternyata adalah orang Indonesia, Teddy Setiawan. Detail benda, warna, tata
letak, semuanya sangat memanjakan mata. Selain itu juga scoring yang sangat Asia,
namanya juga film berlatar Asia, dan juga pilihan-pilihan lagu yang mendukung
suasana di beberapa adegan tertentu.
Terlepas dari
itu semua, ada tiga adegan yang sangat saya suka dan bagus menurut saya. Yakni ketika
di apartemen di London, pernikahan teman Nick Young, dan saat Rachel dan calon
mertuanya bermain Mahjong—yang ternyata setelah saya cari tahu penjelasan cara
bermainnya, adegan tersebut resmi menjadi adegan favorit saya di film ini.
Ada yang memuji
habis-habisan, ada yang merasa biasa seperti saya—bahkan ada teman yang bilang
saya tidak punya hati, ya, bisa jadi. Tapi semua kembali selera. Tak perlu
memaksa. Tontonlah dan nilainya sesuka hati.

Casino - Dr. McDowell, MA - MGM
BalasHapusThe Casino at MGM Springfield has 충주 출장샵 been 광양 출장안마 operating since 1999. The hotel offers 300 rooms and 전주 출장샵 suites, an array of table 공주 출장마사지 games, a 전라북도 출장마사지 full bar and an impressive dining