Creators : Mark Gatiss, Steve Moffat
Cast : Benedict Cumberbatch, Martin Freeman, Mark Gatiss, Rupert Graves...
Genre : Mystery, drama, thriller
Imdb: 9.2
Sinopsis: Ketika Sherlock Holmes dan Dr. Watson memecahkan masalah di abad ke-21.
“I always know when the game is on. Do you know why? Because I love it.”
Sherlock
adalah salah satu serial TV yang bagus, terutama dari segi cerita dan karakter,
begitupun para pemainnya. Selain bagus, juga unik. Rata-rata serial TV
memproduksi lebih dari delapan episode setiap seasonnya, dan Sherlock hanya memberikan
tiga. Lebih buruk dari itu, kita harus menunggu, paling tidak dua tahun untuk
tiap seasonnya. Sherlock dan The Walking Dead sama-sama premiere 2010, hanya
saja ketika TWD sudah memasuki season ketujuh, Sherlock baru menyelesaikan
season keempatnya, yang menurut rumor menjadi season terakhir.
Ya,
saya setuju, lebih baik menunggu beberapa tahun untuk mendapatkan tontonan yang
memuaskan ketimbang tayang tiap tahun tapi hasilnya monoton dan itu-itu saja. Dan
Sherlock tidak pernah mengecewakan, sampai season keempat tayang.
Di
penghujung season ketiga, Moriarty ditampilkan dalam sebuah video dan berkata, “Did
you miss me?” dan itu membuat kita meragukan apa yang terjadi di beberapa
episode sebelumnya. Apakah ia akan mengacau lagi? Dan beberapa bulan sebelum tayang
season keempat, pihak produksi mengatakan bahwa lawan utama Sherlock dan Dr.
Watson kali ini adalah Culverton Smith yang diperankan oleh Toby Jones. Tapi,
tidak menutup kemungkinan James Moriarty tidak ikut campur merusak ketenangan.
Tiga
episode kali ini adalah The Six Thatchers, The Lying Detective dan The Final
Problem. Seperti season-season sebelumnya, cerita di tiap episode berasal dari
kisah Sherlock Holmes yang di tulis oleh Sir Arthur Conan Doyle. Beberapa yang
saya tahu dan pernah membaca cerita aslinya adalah A Study in Scarlet (
judulnya diganti : A Study in Pink), The Hound of The Baskervilles ( Di season
dua hanya dihilangkan ‘The’, menjadi The Hound Of Baskerville), The Empty House
(Diubah menjadi The Empty Hearse) dan satu lagi di season empat, The Six
Napoleon, yang saya baca di buku The Return of Sherlock Holmes, yang diubah
menjadi The Six Thatchers dan menjadi pembuka season keempat.
The
Six Thatchers
Sherlock
kembali ke London dan mendapat tugas untuk menelusuri mengenai video Moriarty,
dan melanjutkan hidupnya sebagai detektif konsultan. Season ini bersetting dua
tahun kemudian dari ketiga dan Watson dan Mary telah mempunyai anak dan
memutuskan Sherlock sebagai godfather. Ternyata masa lalu datang dan berniat
buruk pada Mary. Selain berusaha melindungi Mary, Watson dan anaknya, yang ia
janjikan di episode The Sign of Three, Sherlock juga berurusan dengan kasus
misterius mengenai patung-patung yang dihancurkan secara acak.
Bagi
yang sudah membaca cerita aslinya, tenang, seperti episode lainnya, ceritanya
pasti beda. Sangat beda malah. Dan rasanya agak mengecewakan jika dibandingkan
dengan episode satu di season-season sebelumnya. Drama yang terlalu menonjol,
serta ketika di scene yang seharusnya kita haru, saya tidak bisa merasakan
apa-apa atau bersimpati pada apa yang terjadi. Atau ini hanya saya saja?
Rating
: 8
The
Lying Detective
Baru
di episode ini musuh utama Sherlock, Curverton Smith dimunculkan secara terang-terangan.
Ia mempunyai rencana buruk dan untuk menjaga agar rencananya itu berjalan
lancar, ia harus mengantisipasi kehadiran Sherlock dan memutuskan untuk
menghabisinya. Tapi semua musuh sebelumnya juga mempunyai niat yang sama, hanya
saja semua terkalahkan oleh kejeniusan Sherlock. Tapi di pertarungan kali ini
agak berbeda dan kalian akan tahu sendiri ketika menontonnya sendiri.
Dibandingkan
dengan episode pertama, ini lebih bagus dan rasanya sudah kembali ke jalan yang
seharusnya. Solid.
Rating
: 9.1
The
Final Problem
Kita
akan diajak masuk ke dalam masalah yang sebenarnya. Keluarga, persahabatan,
musuh, semuanya bercampur di episode ini. Kita seperti diberikan petunjuk dan
membuat kita berspekulasi kemana cerita akan berjalan. Sekali lagi, masa lalu
kembali datang dan mengacau. Bagaimanapun Sherlock harus menghadapinya dan
mengalahkannya, karena itulah satu-satunya cara untuk menghentikanya untuk
berbuat jahat lagi.
Ada
beberapa rahasia yang terungkap di episode ini dan cukup menarik, yang bahkan
saya sendiri tidak menduga akan terjadi. Intinya episode ini tentang
pertarungan dengan masa lalu.
Sebagai
final episode, ini sangat mengecewakan, tidak seperti sebelum-sebelumnya,
apalagi The Reichenbach Fall. Ada beberapa plot hole dan membuat kita
bertanya-tanya : lho kok bisa begitu? Mana mungkin semuanya dikendalikan oleh
dirinya sendiri? Tapi kan loh kan loh loh loh…
Rating
: 8.5
Keseluruhan
Tidak
jelek, tapi rada kebanting jika dibandingkan dengan season-season sebelumnya. Bahkan
saya bisa mengatakan it’s the worst
season of Sherlock. Maaf. Itu hanya opini. Salah satu faktornya adalah
porsi drama mengenai keluarga Watson yang berlebihan. Yang mana seharusnya
cerita harus terfokus mengenai bagaimana Sherlock memecahkan masalahnya.
Sherlock
di season empat cenderung komikal atau suka melucu. Maksud saya, lebih sering
ketimbang sebelumnya. Tapi, tetep Benedict Cumberbatch bermain dengan apik,
begitupun pemeran lainnya. Hanya saja, ceritanya.
Kali
ini, sering sekali ada efek efek tertentu yang muncul. Ledakan, ilustrasi dan
lain-lain. Banyak. Sebelumnya ya paling text
message, bahkan Anjing di The Hound of Baskerville efeknya sangat kasar.
Unik dan cukup menarik.
Rating : 8.9
Tapi,
tenang, it’s still fun and worth to watch.
Semoga
ini bukan season terakhir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar