Sutradara
: Wes Anderson
Penulis
Skenario : Wes Anderson
Sinematografi:
Robert D Yeoman
Cast:
Ralph Fiennes, Edward Norton, Jude Law, Tilda Swinton, Willem Dafoe, Bill
Murray…
Penghargaan:
Best Motion Picture – comedy and musical di Golden Globes, Best Original Music
in BAFTA awards dan banyak lagi. Cek di sini
Genre
: Drama, comedy, crime
IMDb:
8.1
Rating
Saya: 8
The
Grand Budapest Hotel, hotel yang indah, luas dan sangat terkenal. Salah seorang
tamu memilih untuk tidur di kamar yang mungkin lebih kecil daripada lift
barang, ketimbang kamar yang luas dengan berbagai jenis kemewahan, di setiap kunjungannya. Orang itu Zero Moustafa
yang diperankan Tony Revolori (Zero remaja) dan F. Murray Abraham ( ketika
dewasa). Dia dulunya seorang lobby boy dan setelah melewati cerita yang cukup
rumit, kini ia pemilik hotel itu.
Dan
secara keseluruhan, film ini menceritakan bagaimana ini menjadi seperti
sekarang.
Atasannya
adalah M. Gustave (Ralph Fiennes, yang jadi voldermort itulo) adalah seorang
dengan kepribadian unik dan sangat disiplin mengenai segala hal yang menyangkut
hotelnya. Dari setiap tamu yang datang, ia menaruh perhatian pada perempuan tua
yang kaya dan mendekati setiap mereka. Entah kenapa. Hingga ia berteman akrab
dengan perempuan tua bernama Madame D. (Tilda Swinton, yang meranin The Ancient
One di Dr. Strange). Saat berpamitan, ia ingin mengajak M. Gustave bersamanya,
karena ia punya firasat buruk. Tapi, M Gustave menolaknya.
Dan
firasat buruk itupun terjadi. Madame D meninggal beberapa hari kemudian dan
kemungkinan ia dibunuh seseorang yang ingin mendapat harta warisannya.
Dan
cerita pun semakin rumit.
Itu
saja.
Oke,
dari segi cerita, film ini agak rumit dan absurd dengan kebetulan-kebetulan
yang ditampilkan, meskipun genrenya komedi, tapi setidaknya cukup menarik untuk
diikuti. 1/3 bagian pertama berpotensi untuk membuat sampeyan bosan
menontonnya, karena saya juga demikian. Karena baru menuju pertengahan film,
masalah yang sebenarnya mulai terungkap. Dan kita mulai menebak-nebak siapa
sebenarnya yang salah dan itu perkara yang agak rumit, lebih buruk dari itu,
akan terlintas dipikiran sampeyan pertanyaan : WTF is going on?
Sebagai
film komedi, lucu tidaknya itu tidak bisa dinyatakan, semua tergantung selera
dan referensi yang kita miliki, bisa dibilang, hit and miss.
Dan
yang membuat betah saya menonton film
berdurasi sekitar satu setengah jam ini adalah sinematografinya. Unik dan indah
tentu saja, khas gayanya film Wes Anderson. Kombinasi warna, gambar yang agak
cembung (jadi kita terfokus pada tengah-tengah) dan cenderung menempatkan tokoh
di tengah atau pusat layar. Saya mencari referensi film-film lain garapannya,
dan hampir semuanya melakukan teknik yang sama. Gaya yang dimilikinya bisa
membuat sampeyan menebak siapa yang menyutradarai sebuah film yang sedang
sampeyan tonton dan mengetahui crew dibalik sebelumnya.
Apiklah
pokoke.
Scoring
pun cukup enak didengar di telinga dan sampeyan tahu bahwa scoring film itu bagus ketika beberapa hari kemudian ia masih
terdengar di kepala sampeyan. Ya, ramah di telinga.
Film
ini juga memiliki aktor-aktor yang cukup tenar, selain empat aktor diatas, ada
juga Edward Norton( Hulk di The Incredible Hulk), Willem Dafoe (Spider-Man,
yang jadi Green Goblin), Jude Law( Sherlock Holmes, yang jadi John Watson) dan
masih banyak lagi tentu saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar