Sutradara : Sam Mendes
Penulis: Sam Mendes, Krysty Wilson-Cairns
Cast: George MacKay, Dean-Charles Chapman, Colin Firth, Andrew Scott, dll
Sinematografer: Roger Deakins
Musik: Thomas Newman
Genre: War, Drama
Sebuah kehormatan bagi Sam Mendes karena ‘1917’ jadi film
pertama yang saya tonton di bioskop tahun ini. Di sisi lain, saya juga
beruntung dapat menyaksikan sebuah mahakarya secara sebenar-benarnya dengan
dukungan layar dan suara yang mumpuni. Luar biasa sekali rasanya.
Singkatnya, film ‘1917’ bercerita mengenai dua prajurit yang
diberi misi untuk menyampaikan sebuah pesan untuk menyelamatkan 1600 prajurit
lainnya dari perangkap musuh. Terdengar mudah, tapi sialnya, mereka hanya punya
waktu kurang dari sehari dan harus melewati medan perang yang tidak ada yang
tahu kapan ancaman datang.
Saya cukup mengikuti bagaimana film ‘1917’ dibuat sampai ia
keluar-masuk nominasi bergensi dan menggondol pelbagai penghargaan dari
macam-macam festival film dunia. Mulai dari BAFTA, Golden Globes, hingga Oscar.
Maka, ketika saya tahu film didistribusikan ke Indonesia dan hanya diputar di
beberapa bioskop tertentu, tak ada alasan untuk tidak membuang uang demi
menjaga kepulan asap dapur paman Sam.
Membaca tulisan ‘Time is the enemy’ di posternya, saya kira
film ini punya tujuan untuk melatih daya pikir penonton, seperti yang dilakukan
oleh Nolan di ‘Dunkirk’ yang mana punya tema yang serupa. Nyatanya tidak. Sam
Mendes punya skenario yang lebih sederhana dan mudah dicerna, dan asyik untuk
diikuti.
Tanpa backstory apapun, kita langsung diajak berkenalan
dengan karakter dan bagaimana dia bertingkah. Cerita terus berjalan maju, tanpa
kilas balik visual—jadi cuman disampaikan mengenai dialog antar tokoh dan tak
begitu rinci pula. Secara tidak langsung, saya menangkap poin di mana ‘siapa’
itu tidak penting, tapi sisi ‘apa’nyalah yang perlu diperhatikan.
Elemen teknis selain skenario yang perlu saya bicarakan
adalah sinematografi dan bagaimana Sam Mendes bisa membuat film berdurasi
hampir dua jam dengan cara one continous shot. Gila. Memang bukan hal yang
baru. Alfred Hitchcock pun pernah melakukan hal serupa pada filmnya Rope tahun 1948, meski masih sederhana.
Lalu Alejandro G. Inarritu juga membuat film seolah utuh tanpa cut berjudul
Birdman (2014), yang mana juga mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari
pecinta film dunia.
Tapi, yang membuat film kolaborasi antara sutradara Sam
Mendes dan sinematografer Roger Deakins istimewa, menurut saya, adalah
bagaimana mereka mengatur pelbagai macam aspek seperti pencahayaan, suara,
serta waktu, blocking, dan lain sebagainya dalam sebuah film perang yang
berdurasi hampir dua jam. Pusing sendiri yang membayangkan perencanaannya.
Di video berjudul “’1917’ Behind-the-scenes Extended
Featurette on One Long Shot” unggahan IMDb, disebutkan bahwa seluruh aktor harus
latihan selama 6 bulan, lalu memperhitungkan setiap waktu—sebab apa yang
disaksikan penonton nantinya adalah waktu nyata, tanpa cut, kemudian pembuatan
latar parit sepanjang hampir 1 mil jauhnya, dan fakta-fakta lain yang semakin
membuat saya stress sendiri membayangkannya.
Lalu, bagaimana Sam Mendes mengatur pace film agar tidak
membosankan, bagaimana Roger Deakins menyajikan gambar-gambar indah—kapanpun kita
stop, maka jadilah wallpaper, terus Thomas Newman yang juga turut ambil bagian
dalam menyisipkan scoring-scoring yang menambah tensi adegan demi adegan.
Beberapa kali juga saya dikejutkan dengan kemunculan
cameo-cameo yang wajahnya sudah familiar. Meski hanya muncul beberapa menit,
penampilan mereka cukup mengesankan. Selain itu, duo George MacKay dan
Dean-Charles Chapman juga sangar sekali penampilannya di sini.
Yang agak menganggu ada beberapa dialog yang diselipkan
seolah-seolah tanpa maksud. Ya, seperti orang yang mengada-ada saja. Tidak
penting. Mungkin tujuannya agar membuat penonton tidak mengantuk apabila hanya
disuguhi gambar-gambar saja. Saya tidak tahu.
Oya, meskipun kalian tidak bertanya, adegan favorit saya
adalah ketika Schofield lari di padang mahsyar. GOKS.

Gambling Sites with the Best Bonus in Philippines - Choegocasino.com
BalasHapusIf you choegocasino want to 메리트카지노 start playing at online gambling, we have the most recent casinos 1xbet korean that we have listed here. We've listed the best casinos you can