Laman

Sabtu, 01 Februari 2020

[Movie Review] 1917 (2019)






 Sutradara : Sam Mendes
Penulis: Sam Mendes, Krysty Wilson-Cairns
Cast: George MacKay, Dean-Charles Chapman, Colin Firth, Andrew Scott, dll
Sinematografer: Roger Deakins
Musik: Thomas Newman
Genre: War, Drama

Sebuah kehormatan bagi Sam Mendes karena ‘1917’ jadi film pertama yang saya tonton di bioskop tahun ini. Di sisi lain, saya juga beruntung dapat menyaksikan sebuah mahakarya secara sebenar-benarnya dengan dukungan layar dan suara yang mumpuni. Luar biasa sekali rasanya.

Singkatnya, film ‘1917’ bercerita mengenai dua prajurit yang diberi misi untuk menyampaikan sebuah pesan untuk menyelamatkan 1600 prajurit lainnya dari perangkap musuh. Terdengar mudah, tapi sialnya, mereka hanya punya waktu kurang dari sehari dan harus melewati medan perang yang tidak ada yang tahu kapan ancaman datang.


Saya cukup mengikuti bagaimana film ‘1917’ dibuat sampai ia keluar-masuk nominasi bergensi dan menggondol pelbagai penghargaan dari macam-macam festival film dunia. Mulai dari BAFTA, Golden Globes, hingga Oscar. Maka, ketika saya tahu film didistribusikan ke Indonesia dan hanya diputar di beberapa bioskop tertentu, tak ada alasan untuk tidak membuang uang demi menjaga kepulan asap dapur paman Sam.

Membaca tulisan ‘Time is the enemy’ di posternya, saya kira film ini punya tujuan untuk melatih daya pikir penonton, seperti yang dilakukan oleh Nolan di ‘Dunkirk’ yang mana punya tema yang serupa. Nyatanya tidak. Sam Mendes punya skenario yang lebih sederhana dan mudah dicerna, dan asyik untuk diikuti.

Tanpa backstory apapun, kita langsung diajak berkenalan dengan karakter dan bagaimana dia bertingkah. Cerita terus berjalan maju, tanpa kilas balik visual—jadi cuman disampaikan mengenai dialog antar tokoh dan tak begitu rinci pula. Secara tidak langsung, saya menangkap poin di mana ‘siapa’ itu tidak penting, tapi sisi ‘apa’nyalah yang perlu diperhatikan.

Elemen teknis selain skenario yang perlu saya bicarakan adalah sinematografi dan bagaimana Sam Mendes bisa membuat film berdurasi hampir dua jam dengan cara one continous shot. Gila. Memang bukan hal yang baru. Alfred Hitchcock pun pernah melakukan hal serupa pada filmnya Rope tahun 1948, meski masih sederhana. Lalu Alejandro G. Inarritu juga membuat film seolah utuh tanpa cut berjudul Birdman (2014), yang mana juga mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari pecinta film dunia.

Tapi, yang membuat film kolaborasi antara sutradara Sam Mendes dan sinematografer Roger Deakins istimewa, menurut saya, adalah bagaimana mereka mengatur pelbagai macam aspek seperti pencahayaan, suara, serta waktu, blocking, dan lain sebagainya dalam sebuah film perang yang berdurasi hampir dua jam. Pusing sendiri yang membayangkan perencanaannya. 

Di video berjudul “’1917’ Behind-the-scenes Extended Featurette on One Long Shot” unggahan IMDb, disebutkan bahwa seluruh aktor harus latihan selama 6 bulan, lalu memperhitungkan setiap waktu—sebab apa yang disaksikan penonton nantinya adalah waktu nyata, tanpa cut, kemudian pembuatan latar parit sepanjang hampir 1 mil jauhnya, dan fakta-fakta lain yang semakin membuat saya stress sendiri membayangkannya.

Lalu, bagaimana Sam Mendes mengatur pace film agar tidak membosankan, bagaimana Roger Deakins menyajikan gambar-gambar indah—kapanpun kita stop, maka jadilah wallpaper, terus Thomas Newman yang juga turut ambil bagian dalam menyisipkan scoring-scoring yang menambah tensi adegan demi adegan. 

Beberapa kali juga saya dikejutkan dengan kemunculan cameo-cameo yang wajahnya sudah familiar. Meski hanya muncul beberapa menit, penampilan mereka cukup mengesankan. Selain itu, duo George MacKay dan Dean-Charles Chapman juga sangar sekali penampilannya di sini. 

Yang agak menganggu ada beberapa dialog yang diselipkan seolah-seolah tanpa maksud. Ya, seperti orang yang mengada-ada saja. Tidak penting. Mungkin tujuannya agar membuat penonton tidak mengantuk apabila hanya disuguhi gambar-gambar saja. Saya tidak tahu.

Oya, meskipun kalian tidak bertanya, adegan favorit saya adalah ketika Schofield lari di padang mahsyar. GOKS.

1 komentar:

  1. Gambling Sites with the Best Bonus in Philippines - Choegocasino.com
    If you choegocasino want to 메리트카지노 start playing at online gambling, we have the most recent casinos 1xbet korean that we have listed here. We've listed the best casinos you can

    BalasHapus