Judul:
Mindhunter (2017- )
Kanal: Netflix
Pembuat: Joe
Penhall
Sutradara: David
Fincher (4 episode), Asif Kapadia (2 episode), Tobias Lindholm (2 episode),
Andrew Douglas (2 episode)
Pemain: Jonathan
Groff, Holt McCallany, Hannah Gross, Anna Torv, Cotter Smith
Genre: kiminal,
misteri, thriller
Nilai saya: 9/10
How do we get ahead of crazy if we don’t know how crazy thinks?
Sinopsis
Tahun 1970-an,
dua orang dari Unit Ilmu Perilaku FBI, Holden Ford dan Bill Tench, melakukan
sebuah penelitian yang melibatkan beberapa pembunuh berantai, dengan tujuan
untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan menyimpang mereka dan lalu membuat sebuah
catatan, semacam rangkuman, yang kelak mungkin bisa digunakan untuk mencegah
kejahatan serupa terjadi di masa depan. Selama melakukan penelitian, mereka
juga mengungkap beberapa kasus yang berkaitan dengan subjek yang mereka teliti.
Tapi, lama kelamaan, hal itu bisa menjadi bumerang bagi mereka dan
kehidupannya.
Ulasan
Mungkin agak
telat untuk menyaksikan serial ini, tapi itu sama sekali tidak mengurangi
kesenangan ketika akhirnya saya menonton apa yang selama ini orang-orang katakan
adalah salah satu serial terbaik tahun lalu. Dan, ya, mereka tidak berbohong
akan hal itu.
Selain dari
kekuatan mulut warganet, ada beberapa hal lain yang berhasil menghasut saya
untuk menyaksikan serial ini. Pertama, genre. Saya senang sekali dengan misteri
dan thriller, dan setelah tahu bahwa serial ini juga membahas tentang psikopat,
saya pikir serial ini dibuat khusus demi memuaskan kebutuhan batin saya. Kedua,
ada nama David Fincher di dalamnya. Orang yang membawa Fight Club, Se7en,
Zodiac, dan beberapa mahakarya lainnya ke depan layar. Jadi, biarkan saya
masuk.
Sebagai serial
tentang kriminal, mungkin serial ini akan mengecewakan bagi beberapa orang. Karena,
selama 10 episode yang ada, seingat saya, tidak ada adegan kejar-kejaran dengan
mobil, ledakan, atau sekedar baku tembak. Tidak seperti kebanyakan serial
kriminal.
Sebagai penggantinya,
serial ini penuh akan dialog. Disinilah, ada kemungkinan bahwa beberapa orang
yang tidak sabar akan merasa cepat bosan dan mungkin mengantuk. Padahal, saya
rasa, dialog yang ada sangat cerdas dan terkadang membuat saya merenung sejenak
untuk memahami apa maksud sebenarnya. Itu membuat saya berpikir bahwa kemampuan
menyusun kata, bernegosiasi, dan memahami lawan bicara, amatlah penting. Bukan hanya
asal tembak.
Film Zodiac
(David Fincher, 2007) adalah perumpamaan yang sesuai dengan Mindhunter. Keduanya sama-sama
mempunyai tempo yang cukup lambat, banyak
dialog, dan cenderung memberikan bocoran sedikit demi sedikit. Mungkin banyak
yang tidak suka, tapi jelas saya sangat menyukai film dan serial tersebut.
Selain itu, nama
David Fincher adalah jaminan kualitas. Percayalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar