Laman

Jumat, 25 Mei 2018

[Series Review] Mindhunter (2017- )


Judul: Mindhunter (2017- )
Kanal: Netflix
Pembuat: Joe Penhall
Sutradara: David Fincher (4 episode), Asif Kapadia (2 episode), Tobias Lindholm (2 episode), Andrew Douglas (2 episode)
Pemain: Jonathan Groff, Holt McCallany, Hannah Gross, Anna Torv, Cotter Smith
Genre: kiminal, misteri, thriller
Nilai saya: 9/10


How do we get ahead of crazy if we don’t know how crazy thinks?


Sinopsis
Tahun 1970-an, dua orang dari Unit Ilmu Perilaku FBI, Holden Ford dan Bill Tench, melakukan sebuah penelitian yang melibatkan beberapa pembunuh berantai, dengan tujuan untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan menyimpang mereka dan lalu membuat sebuah catatan, semacam rangkuman, yang kelak mungkin bisa digunakan untuk mencegah kejahatan serupa terjadi di masa depan. Selama melakukan penelitian, mereka juga mengungkap beberapa kasus yang berkaitan dengan subjek yang mereka teliti. Tapi, lama kelamaan, hal itu bisa menjadi bumerang bagi mereka dan kehidupannya.


Ulasan
Mungkin agak telat untuk menyaksikan serial ini, tapi itu sama sekali tidak mengurangi kesenangan ketika akhirnya saya menonton apa yang selama ini orang-orang katakan adalah salah satu serial terbaik tahun lalu. Dan, ya, mereka tidak berbohong akan hal itu. 

Selain dari kekuatan mulut warganet, ada beberapa hal lain yang berhasil menghasut saya untuk menyaksikan serial ini. Pertama, genre. Saya senang sekali dengan misteri dan thriller, dan setelah tahu bahwa serial ini juga membahas tentang psikopat, saya pikir serial ini dibuat khusus demi memuaskan kebutuhan batin saya. Kedua, ada nama David Fincher di dalamnya. Orang yang membawa Fight Club, Se7en, Zodiac, dan beberapa mahakarya lainnya ke depan layar. Jadi, biarkan saya masuk.

Sebagai serial tentang kriminal, mungkin serial ini akan mengecewakan bagi beberapa orang. Karena, selama 10 episode yang ada, seingat saya, tidak ada adegan kejar-kejaran dengan mobil, ledakan, atau sekedar baku tembak. Tidak seperti kebanyakan serial kriminal. 

Sebagai penggantinya, serial ini penuh akan dialog. Disinilah, ada kemungkinan bahwa beberapa orang yang tidak sabar akan merasa cepat bosan dan mungkin mengantuk. Padahal, saya rasa, dialog yang ada sangat cerdas dan terkadang membuat saya merenung sejenak untuk memahami apa maksud sebenarnya. Itu membuat saya berpikir bahwa kemampuan menyusun kata, bernegosiasi, dan memahami lawan bicara, amatlah penting. Bukan hanya asal tembak.

Film Zodiac (David Fincher, 2007) adalah perumpamaan yang sesuai dengan Mindhunter. Keduanya sama-sama mempunyai tempo yang cukup lambat, banyak  dialog, dan cenderung memberikan bocoran sedikit demi sedikit. Mungkin banyak yang tidak suka, tapi jelas saya sangat menyukai film dan serial tersebut.

Selain itu, nama David Fincher adalah jaminan kualitas. Percayalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar